PERINGATAN DINI KEKERINGAN; UPDATE 10/08/2014 Daerah tidak hujan berturut-turut 31-60 hari yang berpotensi kekeringan terjadi di Kec. Sumenep, Kec. Saronggi Kab. Sumenep, Kec. Widang Kab Tuban; Tidak hujan berturut-turut >60 hari yang berpotensi kekeringan terjadi di Kec. Modung Kab. Bangkalan, Kec. Dander Kab. Bojonegoro, Kec. Rawakangkung Kab. Lumajang, Kec. Gondanglegi Kab Malang. Info web : cews.bmkg.go.id, (BMKG-Jatim)
A+ A A-

Penurunan Status Aktifitas G. Ijen dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I)

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunungapi Ijen yang berada di dua kabupaten tersebut mengalami penuruanan aktivitas. Dengan demikian pada Jumat (08/08) tepatnya pukul 13.00 WIB status diturunkan dari waspada (level II) menjadi normal (level I). Selengkapnya >> unduh disini <<

Last Updated on Saturday, 09 August 2014 05:59

Hits: 81

PERINGATAN DINI (EARLY WARNING) GELOMBANG TINGGI

Last Updated on Tuesday, 05 August 2014 04:10

Hits: 68

Gempa Pacitan

Gempa terjadi di wilayah Jawa Timur. Pantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim sebanyak 17 kabupaten merasakan gempa. Kejadian yang terjadi pada Senin (14/06) tepatnya pukul 12.05.02 WIB ini sempat membuat panik warga yang berada di pesisir selatan Jawa Timur.

Pusat gempa berada di 104 km tenggara laut Pacitan. Getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi ini terjadi di laut dengan kekuatan 5,6 SR. “Getaran ini merupakan gempa tektonik,” Kata Dadang Permana, Kepala BMKG Tretes. Adapun penyebab dari kejadian ini adalah adanya pertemuan lempeng tektonik yang berada di laut selatan pulau jawa. Kondisi ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian luasan wilayah yang merasakan getaran hampir diseluruh Jatim.

Laporan yang masuk di ruang kendali komunikasi Pusdalops Jatim, wilayah yang berada di pesisir selatan yaitu, Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Lumajang, dan Pacitan merasakan getaran. “Getarannya kerasa di Blitar selama 2-3 detik,” Ungkap ibu Eli staf BPBD kabupaten Blitar saat dihubungi Pusdalops Jatim. Sampai satu jam setelah kejadian gempa, Pusdalops Jatim masih melakukan penggalian informasi dikarenakan luasnya wilayah yang merasakan.

Tidak hanya wilayah yang berada di pesisir selatan, kabupaten Magetan, Trenggalek, Surabaya, Nganjuk, Kediri, Gresik, Pasuruan, Jombang, Ponorogo hingga Kota Batu juga merasakan. Warga Surabaya yang berada di gedung bertingkat yang mengalami goncangan kuat. Beberapa gedung yang sempat terpantau merasakan gempa diantaranya Plaza BRI, Gedung WTC dan Gedung Diagnoistik RSUD dr. Soetomo. Kepanikan penghuni gedung sempat terjadi beberapa menit setelah gempa. Namun, saat ini telah kembali normal. BMKG hingga kini masih terus memantau apakah akan terjadi gempa susulan setelah ini. Dihimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya guna mengurangi risiko bencana yang dialami.

Last Updated on Tuesday, 15 July 2014 04:06

Hits: 83

Kondisi Cuaca di Jatim

Hujan masih mengguyur wilayah Jawa Timur. Selama dua hari ini, beberapa wilayah mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Pusat Pengendali & Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Jawa Timur, terus memantau wilayah yang merupakan daerah rawan bencana banjir.

Minggu (13/07) Pusdalops BPBD Jatim menerima laporan dari berbagai wilayah yang mengalami hujan. Sejak pagi hingga malam hari, tak hentinya laporan mengalir mengenai hujan di posko beberapa kabupaten. Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan olrh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) sebagian wilayah Jatim mengalami hujan sedang. Sisanya diperkirakan hanya mendung cenderung cerah. Suru rata-rata diperkirakan antara 18-34 derajat Celsius, yang berarti Jatim dalam kondisi normal.

Berdasar pantauan petugas posko wilayah yang mengalami hujan dengan intemsitas ringan hingga sedang antara lain, kabupaten Malang, Mojokerto, Pacitan, Gresik, Sidoarjo, Nganjuk dan Kota Surabaya. Sedangkan wilayah Banyuwangi dan Bojonegoro pada hari ini terpantau hanya mendung dengan ketebalan sedang. Meski hanya mendung, angin yang berhembus kencang juga sangat mempengaruhi pergerakan awan hujan di wilayah Banyuwangi. Fransiska petugas posko BPDB Banyuwangi menyampaikan, bahwa awan hujan masih terpantau melintas, namun hujan tidak turun di wilayah yang dilaporkan banjir pada Sabtu (12/07) hingga pagi ini.

Hingga sore tadi, peringatan dini yang dilansir BMKG telah sebanyak dua kali di perbaharui. Wilayah yang perlu diwaspadai sekitaran pesisir laut Jawa dan beberapa kabupaten di pulau Madura. Para penumpang penyebrangan laut juga perlu mewaspadai akan munculnya angina yang cukup kencang dan mengakibatkan tingginya ombak.

Kondisi berbeda dilaporkan petugas posko di Gresik dan Pacitan. Hujan turun di dua wilayah tersebut pada siang hari. Tidak hanya hujan, di Gresik juga dilaporkan beberapa kalikilatan petir melintas di wilayah perbatasan Gresik dan Surabaya. Meski demikian, wilayah yang dilaporkan hujan tidak lantas diikuti dengan bencana banjir. Bulan purnama juga tidak mempengaruhi peningkatan air yang signifikan di pesisir Jawa Timur. Hingga berita ini diturunkan, beberpa wilayah masih dilaporkan hujan dengan intensitas ringan. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Bencana di musim pancaroba masih mengancam.

Last Updated on Monday, 14 July 2014 01:38

Hits: 83

Posko Darurat Banjir Sidoarjo Ditutup

Waktu tanggap darurat banjir Sidoarjo, Jawa Timur masih tiga hari lagi. Namun, posko yang berada di Desa Sedati Gede kecamatan Sedati kabupaten Sidoarjo Selasa (24/06) sore ini di tutup. Petugas membongkar tenda yang digunakan sebagai posko induk darurat banjir dan membersikan peralatan yang digunakan. 

Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyatakan posko darurat banjir akan dipindah ke kantor BPBD Sidoarjo. Hal ini guna memudahkan pergerakan personil sehingga koordinasi dapat langsung dilakukan di kantor. Meski demikian, pelayanan darurat kepada warga yang menjadi korban banjir masih akan terus dilakukan. “Hanya lokasinya saja yang dipindahkan, tapi pelayanan masih tetap”, Kata Agung, staf BPBD Sidoarjo yang bertugas hari ini.

BPBD Jatim bersama relawan siang tadi masih melakukan suplai air bersih. Kecamatan yang kali ini menjadi sasaran pengiriaman air bersih di sekitaran Sedati. Mobil Water Threatmen Proses (WTP) milik provinsi Jatim terus memproduksi air bersih hingga pengosongan posko. Air dengan kapasitas 600 liter dihasilkan dari sekali produksi WTP. Dalam sehari, mobil penjernih air tersebut bisa digunakan hingga empat kali produksi. 

Petugas dari SKPD dan aparat kepolisian dari Resor kabupaten Sidoarjo juga masih di lokasi. Aparat kepolisian disiagakan untuk mengamankan barang-barang bantuan. Pengiriman logistik dan air bersih dikawal oleh kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan supaya bantuan tersebut diterima warga yang membutuhkan.

“Pelayanan kesehatan juga masih dilakukan”, tegas Agung, saat dihubungi pusdalops BPBD Jatim sore tadi. Nantinya posko yang berada di kantor BPBD Sidoarjo juga akan membuka pelayanan medis dan logistik. Dalam masa transisi ini, kondisi warga masih terus dipantau, guna mengantisipasi terjadinya penyakit pasca banjir.Dipastikan posko-posko yang tersebar di beberapa wilayah banjir sudah dikosongkan. Nantinya warga diminta untuk melaporkan keluhannya melalui perangkat desa setempat guna dilanjutkan ke Posko BPBD. 

Hingga saat ini, sisa-sisa kotoran akibat banjir masih sangat terasa di beberapa wilayah. Bau anyir yang ditimbulkan dari endapan lumpur yang sempat menggenang masih tersisa. Sampah yang terbawa arus air juga masih terlihat di bibir sungai. Dihimbau kepada masyarakat yang berdampak banjir untuk tetap waspada akan munculnya penyakit. Selain itu juga segera membersihkan lingkungan dari kotoran sisa banjir.(PUT)

 

 

Last Updated on Tuesday, 24 June 2014 12:37

Hits: 152

blue green orange red

Hak Cipta BPBD Jatim, 2011. Resolusi Terbaik 1920 x 1080px. Mod by dino.

Login

Log in to your account or Create an account

Register

User Registration
or Cancel