Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur tanggal 28 Januari 2015 hari ini akan terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, berdasar citra radar : Pembaharuan pukul 15.10 di wilayah : Barat Pasuruan, Sidoarjo, dan sekitarnya. Diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan meluas ke wilayah : Surabaya Selatan dan Barat, Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro dan sekitarnya. PRAKIRAWAN-BMKG JUANDA
A+ A A-

Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur

Musim penghujan identik dengan bencana. Banjir, longsor serta puting beliung sering kali menyapa pada musim penghujan. Berdasarkan pantauan citra satelit yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi kelas I juanda Surabaya, beberapa wilayah di Jawa Timur akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kesiapsiagaan nampaknya harus terus ditingkatkan seiring dengan adanya peringatan yang dilakukan BMKG. Pusat pengendali operasi (Pusdalops) baik yang berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim maupun yang berada di kabupaten dan kota terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah yang menjadi rawan bencana hidrologi. Untuk menjadi panduan dalam melakukan kegiatan kesiapsiaagaan berikut pernyataan resmi dari BMKG Dapat di unduh di sini.

BPBD Provinsi Jawa Timur melalui Pusdalops terus melakukan pemantauan pada 38 Kabupaten Kota. Posko gabungan masih terus dilakukan bersama TNI dan relawan komunitas radio Jawa Timur. Dihimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya guna mengurangi risiko bencana yang mengancam. 

Last Updated on Tuesday, 20 January 2015 02:14

Hits: 53

Posko Bersama Banjir & Longsor Jawa Timur

Musim penghujan ditanggapi serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Berkiblat pada tahun-tahun sebelumnya, saat musim penghujan adalah saat bencana alam hidrologi muncul. Banjir dan longsor merupakan kejadian yang menjadi langganan hampir di seluruh Indonesia terlebih Jawa Timur.

Pusat pengendali dan operasi (Pusdalops) BPBD Jatim yang selama ini telah berjalan dengan sistem 24/7 terus dikembangkan. Musim penghujan posko siaga bencana meluaskan jaringan dengan mengundang aparat TNI Polri beserta komunitas radio frekuensi yang berada di Jatim. Piket yang dilakukan berbentuk posko bersama guna mengantisipasi adanya bencana. 

Posko gabungan berada di kantor BPBD Jatim, tepatnya di ruang Pusdalops. Para petugas harus secara berkala melakukan pemantauan diseluruh wilayah Jatim. Sebanyak 38 kota/kabupaten menjadi perhatian khusus terlebih saat ada laporan bahwa wilayah tersebut mengalami hujan dengan intensitas tertentu.

Pantauan yang dilakukan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Seperti dari komunitas radio yang tersebar diseluruh wilayah Jatim, mereka dapat melaporkan secara langsung melalui frekuensi yang sudah resmi. Informasi lainnya bisa diperoleh dari laporan yang diberikan dari polres atau kodim yang dapat dengan mudah diperoleh dari personil yang melakukan tugas piket tersebut.

Posko bersama yang berlangsung sejak 25 Desember 2014 hingga pertengahan Februari 2015 ini sangat bermanfaat. Hal ini disampaikan kepala BPBD Jatim saat menyampaikan paparan di apel pagi. “Keterlibatan unsur luar BPBD sangat membantu untuk dapat dengan mudah memperoleh informasi serta pergerakan personil jika dibutuhkan untuk evakuasi atau kebutuhan lainnya di lokasi kejadian bencana.” Jelas Sudarmawan.

Sejauh ini Jatim masih relatif cukup aman meski ada beberapa banjir dan longsor, namun masih bisa diatasi dengan baik. Pantauan yang dilakukan tidak hanya dari laporan masyarakat saja, melainkan dari lembaga pemerintah seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Lembaga tersebut merupakan rujukan dalam memperoleh informasi cuaca, peringatan dini, maupun kondisi gunungapi. 

Meski posko yang dibentuk berjugul posko banjir & longsor, pantauan yang dilakukan tidak hanya banjir dan longsor namun seluruh ancaman yang berada di Jatim. Tidak menutup kemungkinan jika bencana lain yang melanda, posko juga harus tetap melakukan tindakan.

 

Last Updated on Wednesday, 07 January 2015 23:42

Hits: 66

perkiraan awal musim hujan

Beberapa wilayah di Jawa Timur telah merasakan hujan sejak sepekan terakhir. Pantauan Pusat Pengendali & Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Jatim, hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Meski demikian, beberapa wilayah juga masih ada yang mengalami kekeringan dan BPBD setempat juga terus melakukan pengiriman air bersih. Sebagai kajian ilmiah terhadap cuaca, BPBD Jatim terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan musim dan pergerakan awan potensi hujan. Hasil analisa yang dilakukan BMKG perkiraan awal musim hujan di wilayah Jatim pada bulan Nopember minggu ke dua. Meski demikian, masing-masing wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda. Adapaun daftar analisa yang dilakukan BMKG terkait perkiraan awal musim hujan di masing-masing kabupaten dapat diunduh >> disini <<

Last Updated on Friday, 21 November 2014 06:59

Hits: 94

Puting Beliung Mulai Menerjang Jatim

Sejak Jumat (28/11) hingga Minggu(30/11), bencana puting beliung menimpa wilayah jatim. Kabupaten yang terdampak puting beliung adalah Tuban, Gresik dan Bojonegoro. Meski tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut, rumah warga yang rusak mencapai puluhan unit. Rata-rata angin merusak bagian atap rumah dan teras.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat, adanya pendingkatan kejadian puting beliung pada akhir November 2014. Kondisi ini dikarenakan adanya pergeseran musim kemarau ke musim penghujan. Meski hujan belum merata di seluruh jatim, namun di wilayah selatan Jatim sudah merasakan hujan hingga intensitas tinggi. 

Pusdalops BPBD Jatim mencatat, sebanyak lima rumah rusak berat dan dua rumah rusak sedang di kabupaten Tuban. Bencana ini terjadi pada Jumat (28/11) bermula pada sore hari sekitar pukul 16.48 WIB mendadak cuaca mendung dan angin berhembus dengan kencang. Tak lama atap rumah berterbangan dan menimbulkan kepanikan warga. BPBD Kabupaten Tuban telah mengantisipasi kejadian tersebut. Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tuban segera menuju Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan yang merupakan lokasi puting beliung. TRC segera melakukan tindakan darurat. Koordinasi dengan instansi terkait segera dilakukan untuk mengurangi dampak risiko bencana. Warga bergotong-royong untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak. 

Tidak jauh berbeda dengan Tuban, Kabupaten Gresik juga mengalami kejadian serupa. Puting beliung melanda Dusun Gridi, Desa Pacoh Kecamatan Balong Panggang pada Sabtu (29/11). Sebanyak 18 rumah rusak dengan intensitas sedang. Sebagian besar kerusakan berada di atap yang menggunakan genting. Saat kejadian, aliran listrik terputus akibat adanya tiang yang roboh. Upaya pembersihan terhambat dikarenakan waktu kejadian menjelang magrib dan mendung tebal. 

Diwaktu bersamaan dengan kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro juga mengalami puting beliung. Sebanyak tiga desa di tiga kecamatan merasakan angin kencang yang merobohkan pepohonan di jalan desa. Desa Semambung kecamatan Kanor merupakan terdampak puting beliung terparah. Sebanyak dua rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang akibat kejadian tersebut. Dua desa lainnya yaitu desa Cengkungkung, kecamatan Gayam dan desa Manukan, Kecamatan Malo juga merasakan tiupan angin yang sangat kencang. Pohon-Pohon yang berada di sepanjang jalan desa di dua Desa tersebut tumbang dan menutup jalan. BPBD bersama TRC Kabupaten Bojonegoro telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pembenahan di seluruh wilayah terdampak. Bantuan sembako juga telah dikirimkan untuk warga yang rumahnya rusak.

BPBD Jatim terus melakukan upaya sosialisasi terhadap munculnya bencana disaat musim penghujan. Koordinasi dengan dinas terkait khususnya Badan Meteoroli Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga terus dilakukan. Informasi tentang prakiraan musim hujan dan pergeseran awan hujan ataupun angin terus diinformasikan agar masyarakat dapat mengantisipasi bahaya yang akan muncul. 

 

Last Updated on Monday, 01 December 2014 04:08

Hits: 98

Peringatan Dini Kekeringan 31 Oktober 2014

1.    Daerah tidak hujan berturut-turut >60 hari yang berpotensi kekeringan terjadi di :

a.       Modung, Arosbaya, Geger (Bangkalan),

b.       Wongsorejo, Glagah, Glenmore, Kalibaru, Giri, Pesanggaran (Banyuwangi),

c.        Binangun, Kesamben (Blitar),

d.       Sumberejo, Kalitidu (Bojonegoro),

e.        Klabang, Bondowoso (Bondowoso),

f.        Dukun, Cerme, Balongpanggang, Sangkapura (Gresik),

g.       Sukowono, Pakusari, Patrang, Ledokombo, Tempurejo (Jember),

Last Updated on Friday, 31 October 2014 09:53

Hits: 175

Read more: Peringatan Dini Kekeringan 31 Oktober 2014

blue green orange red

Hak Cipta BPBD Jatim, 2011. Resolusi Terbaik 1920 x 1080px. Mod by dino.

Login

Log in to your account or Create an account

Register

User Registration
or Cancel