Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur | BPBD Jatim

Switch to desktop

Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam PRB di Daerah

Penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia diatur dalam undang-undang no. 21 tahun 2008. Hal ini menunjukkan bahwa bencana di Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Jawa Timur, merupakan daerah yang rentan terhadap bencana baik alam, non alam dan sosial. Oleh karenanya, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat berperan aktif dalam kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Dengan adanya sinergi yang dilakukan oleh Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam penanggulangan bencana, nantinya konsep PRB dapat berjalan dengan sistematis dan berkelanjutan. Sehubungan dengan konsep tersebut, BPBD menginisiasi penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas aparat dalam PRB. Acara yang dilaksanakan pada Kamis (10/04) ini mengundang SKPD terkait dan seluruh BPBD se Jawa Timur. Dengan terlaksananya acara ini, tantangan yang dihadapi aparat dapat terakomodir dengan hadirnya narasumber yang memberikan paparan pada acara ini.

Bapak Hartono, SH selaku Kasubdit Identifikasi Potensi Bencana Kementrian Dalam Negeri, turut memberikan paparan mengenai Optimalisasi Peran BPBD dalam Penanggulangan Bencana dari Aspek kelembagaan. Dalam materi ini, Hartono memberikan pemahaman bahwa Penanggulangan Bencana (PB) merupakan sistem yang saling berkaitan di muka bumi.

Bumi selayaknya tubuh manusia yang memiliki fungsi masing-masing. Ibaratnya tubuh manusia, Indonesia merupakan jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karenanya ketika Indonesia terjadi bencana maka seluruh bumi akan merasakan akibatnya. Dicontohkan ketika terjadi kebakaran hutan di Riau, beberapa negara merasakan imbas dari bencana tersebut. Beberapa penerbangan mengalami pembatalan dan masyarakat yang terimbas mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius.

“Bencana merampas hasil pembangunan”. Ungkap Hartono dalam pemaparannya. Hal ini ditunjukkan dari kerugian yang ditimbulkandari bencana. Beberapa contoh kerugian bencana di tampilkan dalam slide paparan yaitu tsunami 2004 kerugian mencapai 50 triliun. Jumlah tersebut akan berpengaruh terhadap APBN maupun APBD wilayah yang tertimpa bencana. Bagaimana tidak, dana yang harusnya bisa digunakan untuk membangun sekolah dan infrastruktur yang baru tidak bisa terealisasi dikarenakan harus membiayai tanggap darurat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, sesuai dengan undang-undang.

 

Penerapan konsep PRB juga perlu memperhatikan kearifan lokal yang berada di wilayah rawan. Sosialisasi perkembangan daerah rawan juga perlu di sampaikan kepada masyarakat supaya paham benar dengan kondisi lingkungannya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan aparat BPBD yang berada di kota/kabupaten se Jawa Timur dapat memahami betapa pentingya penerapan PRB di daerah. 

Last Updated on Thursday, 17 April 2014 07:03

Hits: 17

Jatim Masuk Daftar Berpotensi Tsunami

Kejadian bencana gempa bumi yang terjadi di Coast of Northern Chile, Amerika Selatan dengan kekuatan 8,0 SR mengakibatkan tsunami (gelombang air laut meninggi) yang berimbas ke wilayah perairan Indonesia. Informasi ini terbaca di system Peringatan Dini Indonesia (InaTews) BMKG Jakarta.

Kejadian gempa yang terjadi pada Rabu (02/04) pukul 06.46 WIB, ini diprediksi akan menimbulkan tsunami antara pukul 05.11 – 19.44 WIB pada Kamis (03/04). Dari daftar yang dikirm BMKG berdasar Peringatan Dini-1 Jatim masuk dalam status Waspada.

Jawa Timur merupakan wilayah yang berpotensi tsunami. Adapun wilayah dan waktu tiba gelombang diprediksi sebagai berikut :

No

Kabupaten

Status

Estimasi Waktu Tiba

Tanggal

1

Jember

Waspada

07.24.48

03-04-2014

2

Pacitan

Waspada

07.27.18

03-04-2014

3

Malang

Waspada

07.41.03

03-04-2014

4

Trenggalek

Waspada

08.15.03

03-04-2014

5

Banyuwangi Bagian Selatan

Waspada

08.16.18

03-04-2014

6

Blitar

Waspada

08.17.18

03-04-2014

7

Tulungagung

Waspada

08.20.18

03-04-2014

8

Lumajang

Waspada

08.27.18

03-04-2014

9

Jember Pulau Nusa Barung

Waspada

08.38.18

03-04-2014

10

Banyuwangi Bagian Timur

Waspada

09.15.18

03-04-2014

 

Berdasarkan informasi yang diterima Pusdalops BPBD Prov. Jatim, wilayah tersebut seluruhnya berstatus waspada. Berkaitan dengan status tersebut, masyarakat dihimbau untuk mengikuti arahan pemerintah setempat dan menjauhi bibir pantai. “Sore ini kami telah melakukan koordinasi dengan BPBD yang berpotensi terjadi tsunami untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pendampingan kepada aparat kecamatan/desa serta masyarakat”. Kepala BPBD Prov. Jatim, Drs. Ec. Sudarmawan.

Selain itu Sudarmawan menghimbau kepada warga untuk tidak menyebarkan informasi yang berlebihan atas kejadian gempa dan peringatan dini tsunami tersebut.

Hingga kini BPBD Prov. Jatim melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berdampak melalui Pusdalops. Posko 24/7 telah disiagakan di seluruh wilayah yang berpotensi tsunami. 

 

 

Last Updated on Wednesday, 02 April 2014 11:34

Hits: 253

Penurunan Status Awas Menjadi Siaga Gunungapi Kelud

Sepekan, Gunungapi Kelud berada pada kondisi awas (level 4). Aktivitas yang terjadi seperti hembusan abu vulkanik yang menghujani sebagian besar wilayah Jawa Timur hingga Provinsi DIY menjadi perhatian banyak pihak. Penanganan evakuasi hingga memberikan pelayanan darurat kepada pengungsi menjadi hal wajib bagi pemerintah. Perlahan Gunung tersebut mengalami penurunan aktivitas meski masih ada hembusan asap baik hitam dan putih terlihat jelas keluar dari puncak kawah aktif. Berdasarkan kajian yang dilakukan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) penurunan aktivitas tersebut berimplikasi kepada penetapan status gunung. Dengan demikian pada Kamis (20/02) status gunungapi Kelud diturunkan dari status awas (level 4) menjadi siaga (level 3). >> Lebih lanjut unduh disini <<

Meski demikian, beberapa rekomendasi masih diberikan baik kepada masyarakat maupun pemerintah baik kabupaten/kota maupun provinsi. Adapun rekomendasi yang diberikan antara lain, aktivitas masyarakat hanya diperbolehkan dalam radius 5 km dari kawah aktif. Masyarakat masih tetap harus waspada dan mengikuti arahan pemerintah guna mengantisipasi adanya bahaya sekunder. Warga yang rumahnya berada di luar radius 10 km, diperbolehkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Last Updated on Thursday, 20 February 2014 09:15

Hits: 148

Penuruan Siaga ke Waspada G. Kelud

Pemantauan yang dilakukan oleh petugas pos pengamat gunungapi Kelud, menyatakan ada penurunan aktivitas yang terjadi pada gunung yang memiliki ketinggian 1731 mdpl tersebut. Berdasar hasil pengamatan tersebut, terhitung pada Jumat (28/02) tepatnya pukul 16.30 WIB status Gunungapi Kelud diturunkan dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II). Meskipun demikian potensi bahaya dari aktivitas gunung tersebut masih berpotensi terjadi. Potensi bahaya yang mungkin terjadi antara lain, munculnya lahar dingin yang berasal dari endapan abu/material hasil erupsi dan curah hujan yang tinggi. Lahar hujan masih mungkin akan turun di lembah-lembah atau sungai yang berhulu di puncak Gunungapi Kelud. Selain itu, gas vulkanik yang berbahaya masih mungkin keluar dari kawah. Sehubungan dengan status waspada Gunungapi Kelud, masyarakat masih tidak diperbolehkan untuk mendekati kawah dalam radius 3 km. Warga sekitar diharap untuk tetap waspada dan terus memperhatikan arahan pemerintah setempat untuk mengurangi risiko bencana yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas Kelud. 

>> Lebih lanjut unduh disini <<

Last Updated on Friday, 28 February 2014 11:37

Hits: 119

Kelud Wapada Menjadi Siaga

Status Gunungapi Kelud dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Peningkatan status ini ditetapkan pada Senin (10/02) Pukul 16.00 WIB. Hal ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan di Pos PPGA Kelud yang berada di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar yang berjarak sekitar 7,5 km dari G. Kelud. Diinformasikan bahwa energi gempa vulkanik yang ditimbulkan gunung yang berada di tiga kabupaten ini meningkat sejak pertengahan Januari 2014. Hingga awal bulan Februari pergerakan semakin besar baik secara jumlah gempa vulkanik maupun peningkatan kekuatan. Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta adanya potensi ancaman yang kemungkinan akan menghampiri wilayah Kabupaten Malang, Blitar, dan Malang, maka masyarakat yang berada di sekitar Gunungapi Kelud dan pengunjung/wisatawan tidak diperkenankan mendekati kawah yang ada di puncak dalam radius 5 km. Dihimbau kepada warga yang berada di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaannya dan tidak terpancing dengan isu yang menyebar. Selain itu, juga terus memperhatikan arahan pemerintah setempat guna mengurangi dampak bencana yang mungkin akan ditimbulkan akibat aktivitas gunung. Keputusan ini dituangkan dalam surat yang di kirim PVMBG sebagaimana terlampir.

>> Lebih lanjut unduh disini <<

Last Updated on Tuesday, 11 February 2014 01:56

Hits: 215

Copyright by GavickPro 2011. All rights reserved.

Top Desktop version