PERINGATAN DINI CUACA JAWA TIMUR TGL 19 DESEMBER 2014 PKL 12.40 WIB. BERPOTENSI TERJADI HUJAN LEBAT DISERTAI KILAT/PETIR DAN ANGIN KENCANG PADA PKL 12.45 WIB DI WILAYAH BLEGA, BANGKALAN BAG. TIMUR, LAMONGAN BAG. UTARA, BOJONEGORO BAG. UTARA, MADIUN BAG. TIMUR, JOMBANG, SIDOARJO, SURABAYA BAG. SELATAN, PORONG BAG. UTARA, PRIGEN, PUJON BAG. UTARA, LUMAJANG, KLAKAH BAG. UTARA, JEMBER, DAN SEKITARNYA. KONDISI INI DIPERKIRAKAN MASIH AKAN BERLANGSUNG HINGGA PKL 15.00 WIB DAN MELUAS KE WILAYAH SUMENEP, PAMEKASAN, SAMPANG, BANGKALAN, LAMONGAN, BOJONEGORO, MADIUN, NGANJUK, PONOROGO, TRENGGALEK, MALANG, KLAKAH, PORONG, LAWANG, PROBOLINGGO, BONDOWOSO, BESUKI, SITUBONDO, BANYUWANGI, DAN SEKITARNYA. PRAKIRAWAN-BMKG JUANDA
A+ A A-

Monitoring & Evaluasi BNPB terhadap pelaksanaan Kegiatan Rehab Rekon Pasca Bencana

Kegiatan yang dilakukan oleh BPBD tidak semata-mata hanya mengurus wilayah yang terjadi bencana saja, namun juga melakukan pembenahan pasca bencana. Dalam hal ini Bidang Rehap Rekon yang melakukan pembenahan tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal wilayah berdampak bencana.

Pada 26 Juni 2012 dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi dari BNPB terhadap pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melakukan pendampingan kepada kabupaten yang menerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sebanyak 14 kabupaten yang menerima bantuan tersebut hadir di Hotel Utami Sidoarjo. Daerah yang menjadi sasaran penerima bantuan tersebut memaparkan tentang kendala yang dialami dalam rangka pengajuan program rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah masing-masing.

Meskipun demikian beberapa kabupaten telah menyelesaikan program dan telah diajukan melalui BPBD. Kabupaten yang telah selesai pengajuan program diantaranya adalah Kab. Bojonegoro. Dalam forum konsultasi tersebut, Direktur Penanganan Pengungsi memberikan pandangan dalam rangka penyusunan program tersebut.

Dikutip dari sambutan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim sebanyak 231 paket pekerjaan fisik rehabilitasi dan rekostruksi direncanakan selama 2011. Namun baru sebanyak 150 paket (65%) yang telah berjalan sisanya dalam proses dan diperkirakan pertengahan Juli semua paket telah dilaksanakan.

Adapun kabupaten yang menjadi prioritas program adalah Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Lumajang, Malang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep dan Kota Probolinggo. "Saya berharap kepada semua pelaku yang terkait dengan pelaksanaan anggaran Rehabilitas dan Rekonstruksi Pasca Bencana hendaknya selalu mengacu pada Petunjuk Teknis Pelaksanaan serta ketentuan yang berlaku." Tegas Drs. Ec. Sudarmawan, MM pada akhir sambutan.

Last Updated on Thursday, 28 June 2012 06:36

Hits: 747

LOKAKARYA PENGUATAN STRUKTUR DAN SISTEM LEMBAGA BPBD

Jawa Timur memiliki luas wilayah 47.157,72 Km², yang sebagian besar rentan terhadap bencana. Selain itu jumlah pendudukan yang mencapai angka 38 juta jiwa yang harus dilindungi oleh pemerintah ketika terjadi bencana. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pemangku kepentingan dan ormas di Jawa Timur dalam mengurangi risiko akibat bencana.

Berdirinya BPBD di Jawa Timur menjadi penting dalam melindungi masyarakat dalam rangka penanggulangan bencana. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) juga menjadi mitra erat pemerintah dalam melakukan kebijakan yang strategis. Hal ini di tandai dalam kegiatan yang bertajuk lokakarya tentang kebencanaan.

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama LPBI-NU, AIFDR dan BNPB ini dilaksanakan pada 27 Juni 2012. Lokakarya yang membahas tentang penguatan struktur dan system lembaga BPBD melalui penyusunan peraturan ini dihadiri dan di buka oleh Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Edi Purwinarto, M.Si., mewakili Bapak Wakil Gubernur.

Menjadi peserta acara ini adalah dari 8 BPBD Kabupaten di Jawa Timur. Diharapkan dari acara ini dapat diperoleh kerangka regulasi penanggulangan bencana dengan penguatan struktur organisasi BPBD melalui peraturan yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundangan.

Selain itu diharapkan tersusunya prosedur tetap (Protap) maupun rencana penangunggulangan bencana supaya program yang disusun memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Kedepannya 8 kabupaten yang menjadi peserta akan menjadi contoh dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan BPBD di Jawa Timur.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Santika ini dianggap sangat penting oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya yang disampaikan Assisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur. "Acara ini dapat memperkuat legislasi dari sistem penanggulangan bencana di Jawa Timur." Ungkapnya di akhir sambutan.

Last Updated on Thursday, 28 June 2012 06:51

Hits: 478

Rapat Koordinasi Penguatan dan Pengoperasian Sistem Tanggap Darurat Bencana

Rapat koordinasi penguatan dan pengoprasian sistem tanggap darurat bencana merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis, hal ini di sampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov. Jatim dalam sambutan pembukaan. Kegiatan ini mengundang pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BPBD kota/kabupaten.

Penanggulangan bencana saat ini sudah mengalami perubahan paradigma yaitu dari fatalistic responsive yang berorientasi pada penanggulangan bencana kedaruratan sebagai respon akibat terjadinya bencana menuju kepada proactive preparedness dimana penanggulangan bencana dilakukan sejak dini, yaitu melalui kesiapsiagaan, tanggap darurat sampai dengan tahap pemulihan.

Acara yang memiliki tujuan sebagai saranan penguatan dan pengoperasian sistem tanggap darurat bencana, serta meningkatkan koordinasi dalam keterpaduan lisapenangganan tanggap darurat bencana di wilayah prov. Jatim. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25-26 Juni ini mengundang pembicara dalam rangka memberikan dasar dalam melakukan pelaksanaan penanggulangan bencana.

Narasumber berperan dalam melakukan pemahaman dalam hal antara lain Emergensy Respons Psikologi dalam Situasi Bencana yang di sampaikan oleh Achmad Chusairi. Dalam pengarahan ini disampaikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi para korban yang mengalami trauma psikologis.

Sistem Tanggap Darurat Bencana dapat diselenggarakan dengan pola yang terdiri atas rencana operasi, permintaan, pengerahan/mobilisasi sumberdaya yang didukung dengan fasilitas komando dan diselenggarakan sesuai dengan jenis, lokasi serta tingkatan bencana.

Koordinasi yang terjalin antar SKPD dapat menjadi kekuatan bagi Jawa Timur dalam menghadapi bencana. "Komitmen bersama untuk saling bersinergi dan memadukan kegiatan dari unit kerja masing-masing pihak dalam upaya penguatan dan pengoperasian sistem tanggap darurat bencana di Jawa Timur." ungkap Drs. Ec. Sudarmawan, MM selaku Kepala Pelaksana BPBD dalam sambutannya.

Last Updated on Tuesday, 26 June 2012 12:28

Hits: 396

Workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat Bagian II

Menindaklanjuti kegiatan workshop Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kesiapsiagan dan Peringatan Dini Tsunami Prov. Jawa Timur bagian I, yang dilaksanakan pada 16-18 April 2012 BPBD Jatim melaksanakan Workshop bagian II. Kegiatan bagian II ini bertujuan untuk membekali Pokja kabupaten untuk menentukan peta bahaya/genangan yang akan digunakan daerahnya masing-masing.

Acara yang dilaksanakan pada 19-20 Juni 2012 ini, dihadiri oleh sebanyak 8 kabupaten yang termasuk dalam wilayah garis pantai selatan di Jawa Timur. Kabupaten yang berperan dalam kegiatan ini adalah, Kab. Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Sebagai fasilitator dan pemapar materi dari kegiatan ini adalah GIZ IS.

Dalam sambutan pembuka kegiatan, Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat memberi pencerahan akan arti pentingnya peringatan dini dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya Gempa dan Tsunami. Kegiatan ini juga sebagai saranan penyamaan gerak dan langkah dalam upaya meningkatkan optimalisasi penanggulangan bencana di daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Selecta Kota batu ini, akan melaksanakan program-program yang di sepakati pada pertemuan bagian I. Kegiatan ini membahas tentang penjelasan Keanggotaan resmi Pokja, mengidentifikasi desa-desa rawan sebagai prioritas hingga inventarisasi peta evakuasi.

Pemahaman kepada kelompok kerja diberikan dalam rangka memberikan pemahaman yang nyata terhadap berbagai pengalaman bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Interaksi antar peserta dan pemateri juga menjadi metode yang digunakan dalam penyusunan rencana kerja dalam memperoleh hasil yang nyata.





Last Updated on Thursday, 21 June 2012 01:54

Hits: 361

Bimbingan Teknis Pengelolaan Lingkungan

“Masalah lingkungan yang kita hadapi dewasa ini khususya kawasan perkotaan pada dasarnya merupakan masalah yang sangat komplek bagi kehidupan manusia.” Sepenggal kutipan sambutan Kepala Pelaksana BPBD Prov Jawa Timur dalam rangka kegiatan Bintek Pengelolaan Lingkungan, Mitigasi Bencana dan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Perkotaan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementrian Dalam Negeri, Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah. Bintek ini dilaksanakan dalam rangka melakukan Penguatan Pengelolaan Penanggulagan Bencana di Daerah. Sebanyak 25 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari  kepala BPBD dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam sambutan Kepala BPBD Prov Jatim juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berbasis kebencanaan sangat penting dalam rangka menambah pengetahuan. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Inna Simpang ini juga sebagai sarana membangun pemahaman, kesadaran dan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi kemungkinan dampak terburuk dari  perubahan iklim terhadap lingkungan.

Di acara pembukaan acara yang di laksanakan pada Minggu 17 Juni 2011 ini, turut membuka acara Dr. Drs. Afriadi Sjahbana Hasibuan, MPA, MCom selaku Plh Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa belum optimalnya pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana dan antisipasi perubahan iklim.

Diulas dalam sambutan tersebut tentang indikasi pengelolaan isu tersebut yaitu menurunnya kualitas lingkungan pemukiman perkotaan seperti pencemaran udara, air dan tanah sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Berdasarkan factor tersebut, maka diharapkan bimbingan teknis tersebut dapat menjadi sarana sosialisasi beberapa kebijakan dan strategi penanggulangan bencana.

Adapun kegiatan ini membahas tentang Konsep pengelolan dampak lingkugan, Mitigasi bencana dan dampak perubahan iklim di perkotaan. Hal ini dimksudkan sebagai sarana persiapan dalam menyusun rancangan peraturan menteri dalam negeri tantang pedoman pengelolaan mitigasi bencna di kawasana perkotaan.

Selain itu acara ini juga membahas tentang singkronisasi program kegiatan penanggulangan bencana nasional dan daerah. Diharapkan dengan adanya forum ini terciptanya hubungan yang harmonis antara badan penanggulangan bencana daerah maupun nasional serta satuan kerja perangkat daerah lainnya.

Last Updated on Wednesday, 20 June 2012 07:14

Hits: 348

blue green orange red

Hak Cipta BPBD Jatim, 2011. Resolusi Terbaik 1920 x 1080px. Mod by dino.

Login

Log in to your account or Create an account

Register

User Registration
or Cancel